IHSG Bangkit 0,92%, Saham BBRI Jadi Incaran Asing
- account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
- calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
- visibility 99
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakpost.id, Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (10/9/2025) mencatat penguatan signifikan. Setelah sempat melesat hingga 1% di sesi awal, indeks akhirnya ditutup naik 0,92% atau 70,40 poin di level 7.699,01.
Meski investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih besar-besaran senilai Rp 1,3 triliun, sejumlah saham justru menjadi incaran akumulasi.
BBRI Pimpin Daftar Net Buy

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan pembelian bersih asing terbesar senilai Rp 71,3 miliar. Kenaikan permintaan ini membuat harga saham BBRI naik 2,37% ke level Rp 3.880.
Di posisi berikutnya ada saham milik konglomerat Prajogo Pangestu, yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT), yang membukukan net buy Rp 62,6 miliar. Saham BRPT pun ditutup menguat 5,12% ke level Rp 2.260.
Kemudian, PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) juga menjadi sorotan setelah ditutup melonjak 10,68% ke level Rp 570. Saham ini dikoleksi asing dengan nilai bersih Rp 42 miliar.
10 Saham dengan Net Buy Asing Tertinggi

Berikut daftar emiten yang paling banyak dikoleksi asing pada perdagangan kemarin:
-
BBRI – Rp 71,3 miliar
-
BRPT – Rp 62,6 miliar
-
SMIL – Rp 42 miliar
-
CDIA – Rp 37,9 miliar
-
NSSS – Rp 28,9 miliar
-
PANI – Rp 10,9 miliar
-
ACES – Rp 9,4 miliar
-
BUKA – Rp 6,5 miliar
-
RAJA – Rp 6,3 miliar
-
JSMR – Rp 6,3 miliar
Transaksi Saham Ramai

Secara keseluruhan, perdagangan kemarin mencatat nilai transaksi Rp 15,67 triliun dengan volume mencapai 30,55 miliar saham yang berpindah tangan dalam 1,83 juta kali transaksi. Ada 408 saham naik, 256 melemah, dan 144 stagnan.
Saham yang paling aktif ditransaksikan antara lain BBCA, ANTM, BMRI, dan BBRI.
Sinyal Pemulihan Setelah Tertekan
Kenaikan IHSG ini menjadi kabar positif bagi investor setelah indeks sempat tertekan selama tiga hari berturut-turut. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG anjlok 1,78% ke level 7.627,60, sehingga penguatan kemarin memberi sinyal adanya peluang pemulihan di pasar saham domestik.
- Penulis: Ahmad Fadhil ( Redaksi )

