Jakpost.id, Paska pertemuan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Tiongkok, staf Kim membersihkan semua benda yang disentuhnya. Tindakan ini, menurut beberapa analis, adalah bagian dari protokol keamanan yang ketat untuk menangkal upaya spionase asing.
Pertemuan antara Kim dan Putin terjadi di sela-sela parade militer di Beijing pada Rabu (3/9), yang dipimpin oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk memperingati 80 tahun Hari Kemenangan (Victory Day) atas menyerahnya Jepang pada Perang Dunia II.

Reuters melaporkan bahwa langkah pembersihan ini diduga juga bertujuan untuk menyamarkan informasi sensitif terkait kondisi kesehatan Kim Jong Un. Seorang jurnalis Rusia, Alexander Yunashev, membagikan sebuah video di Telegram yang menunjukkan dua staf Kim membersihkan secara menyeluruh area di mana kedua pemimpin tersebut bertemu.

Benda-benda yang dibersihkan mencakup sandaran kursi, sandaran tangan, meja kopi, dan bahkan gelas yang digunakan Kim. Jurnalis tersebut menyatakan, “Setelah negosiasi selesai, staf yang mendampingi kepala negara DPRK (Korea Utara) dengan hati-hati memusnahkan semua jejak keberadaan Kim.”
Protokol keamanan semacam ini bukanlah hal baru. Media Jepang Nikkei, mengutip laporan intelijen Korea Selatan dan Jepang, mengungkapkan bahwa dalam kunjungan sebelumnya ke Beijing, Kim membawa toilet pribadinya di dalam kereta. Langkah ini juga diambil untuk mencegah pihak asing menganalisis kondisi kesehatannya melalui limbah biologis.
Pengamat isu Korea Utara, Michael Madden, menjelaskan bahwa praktik pengamanan super ketat ini telah diterapkan sejak era kepemimpinan ayah Kim Jong-un, Kim Jong-il. Menurut Madden, penggunaan toilet dan kantong sampah khusus yang berisi puntung rokok, limbah, dan sisa-sisa lainnya bertujuan untuk mencegah badan intelijen asing—bahkan yang dianggap sekutu—mengambil sampel untuk dianalisis.
“Hal ini akan memberikan wawasan tentang kondisi medis yang memengaruhi Kim Jong-un. Ini bisa mencakup sampel rambut dan kulit,” kata Madden.