Jakpost.id, Pemerintah Provinsi Preah Vihear, Kamboja, mengonfirmasi bahwa dengan meningkatnya konflik perbatasan Kamboja-Thailand (termasuk serangan udara), lebih dari 20.000 penduduk setempat terpaksa mengungsi ke wilayah yang aman.
Gubernur Provinsi Preah Vihear, Kim Rithy, menyatakan kepada Khmer Times pada malam 25 Juli bahwa evakuasi besar-besaran ini disebabkan oleh meningkatnya pertempuran di wilayah perbatasan yang disengketakan.

Menurut laporan, sekitar 20.000 penduduk mengungsi dari 6 distrik di Choam Ksan yang berbatasan dengan Thailand, di mana sekitar 10.000 orang sementara berlindung di pusat keamanan Wat Pothi 5000 (tempat penampungan sipil yang ditunjuk pemerintah).

Gubernur Kim Rithy menyatakan: “Evakuasi dimulai pada pagi hari setelah tentara Thailand melancarkan serangan besar-besaran (termasuk serangan udara), sempat terhenti karena tembak-menembak yang intens. Peledakan artileri memblokir jalan sehingga warga terpaksa bersembunyi di bunker, evakuasi dilanjutkan kembali saat tembakan mereda sekitar pukul 6-7 sore.”

Saat ini, pihak berwenang telah mengerahkan pasukan keamanan, petugas darurat, dan tim bantuan kemanusiaan untuk mendukung keluarga yang terdampak serta menyediakan makanan darurat, tempat tinggal, dan bantuan medis bagi para pengungsi. Wilayah sekitar Kuil Preah Vihear yang berbatasan dengan Thailand terus menjadi lokasi konfrontasi bersenjata, dan kondisi keamanan situs warisan budaya dunia abad ke-11 ini menarik perhatian komunitas internasional.








