Jakpost.id, Dini hari ini, Ketua Senat Kamboja Hunsen mengimbau warga Kamboja untuk mempertimbangkan dengan cermat tindakan memboikot Coca-Cola dan berhati-hati agar tidak terjebak dalam perangkap musuh.
Imbauan Hunsen ini disampaikan pada tengah malam, setelah warga Kamboja marah karena perusahaan Coca-Cola menghentikan kontrak iklan dengan rapper terkenal VannDa, sehingga memicu aksi boikot.

Hunsen menulis di Facebook bahwa penghentian kontrak Coca-Cola dengan VannDa tidak ada hubungannya dengan apakah VannDa mencintai tanah air atau tidak. Meskipun Coca-Cola adalah merek Amerika, produk ini juga dibuat di Kamboja, diproduksi oleh pekerja Kamboja, dan pajak yang dihasilkan masuk ke Kamboja, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi negara. Jika perusahaan ini keluar dari Kamboja, yang dirugikan adalah Kamboja, dan musuh kita akan diuntungkan.

Hunsen juga menekankan, “Ada yang mencoba mendorong kita untuk bermusuhan dengan Amerika Serikat, yang akan menimbulkan masalah besar dalam hubungan diplomatik, ekonomi, perdagangan, dan investasi antara Kamboja dan Amerika Serikat. Tolong jangan terjebak dalam perangkap musuh. Bahkan perusahaan Thailand yang berinvestasi di Kamboja harus kita jaga karena itu sesuai dengan kepentingan kita.








