Harga Emas Terbaru Hari Ini Tanggal 04 Oktober 2025: Mencetak Rekor Tertinggi!
- account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
- calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakpost.id, Jakarta, 4 Oktober 2025 — Harga emas batangan di Indonesia hari ini, Sabtu, 4 Oktober 2025, mencatatkan kenaikan signifikan, bahkan mencapai rekor tertinggi baru. Kenaikan ini mengikuti sentimen pasar global yang bullish terhadap komoditas logam mulia.
Harga emas Antam (1 gram) per 4 Oktober 2025: Rp 2.239.000
Pengertian dan Peran Emas dalam Investasi
1. Pengertian Emas sebagai Aset
Emas adalah unsur kimia dengan simbol (dari Aurum) yang secara historis diakui sebagai penyimpan nilai universal. Dalam konteks investasi, emas merujuk pada emas batangan (logam mulia) 24 karat (kemurnian 99,99%) yang berfungsi sebagai safe haven (aset aman) selama ketidakpastian ekonomi atau inflasi tinggi.
2. Penjelasan Singkat: Mengapa Emas Mahal?
Emas mahal karena sifatnya yang langka, tidak dapat diproduksi secara artifisial, dan tidak terdegradasi (tidak berkarat). Dalam sistem moneter modern, emas bertindak sebagai lindung nilai (hedging) terhadap inflasi dan devaluasi mata uang fiat (kertas) karena nilainya tidak bergantung pada keputusan politik atau suku bunga bank sentral tertentu.
Ciri-Ciri Harga Emas di Pasar Domestik
Harga emas di Indonesia, terutama yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) dan UBS, memiliki ciri-ciri utama:
- Sangat Terkait dengan Harga Global (Dolar AS): Meskipun dijual dalam Rupiah, harga emas dipengaruhi kuat oleh harga emas di bursa global (biasanya diukur dalam USD per troy ounce).
- Dipengaruhi Kurs Rupiah-Dolar: Pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS cenderung membuat harga emas dalam Rupiah menjadi lebih tinggi, bahkan jika harga emas global relatif stabil.
- Harga Jual dan Harga Buyback Berbeda: Harga beli emas oleh konsumen selalu lebih tinggi daripada harga jual kembali (buyback) ke produsen/penjual. Selisih ini adalah biaya operasional dan keuntungan perusahaan.
- Harga Dipengaruhi Berat: Harga per gram cenderung lebih murah untuk pecahan emas yang lebih besar karena biaya produksi dan sertifikasi yang dibagi rata.
- Dikenakan Pajak: Pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% (bagi pemegang NPWP) atau 0,9% (bagi non-NPWP).
Data Terbaru: Harga Emas Hari Ini, 4 Oktober 2025
Berikut adalah rincian harga jual emas batangan 24 karat (Antam) per 4 Oktober 2025 (pukul 09.00 WIB) yang diambildari laman resmi Logam Mulia:
| Berat | Harga per Gram | Harga Total |
|---|---|---|
| 0.5 gr | Rp 2.339.000 | Rp 1.169.500 |
| 1 gr | Rp 2.239.000 | Rp 2.239.000 |
| 2 gr | Rp 2.209.000 | Rp 4.418.000 |
| 3 gr | Rp 2.200.667 | Rp 6.602.000 |
| 5 gr | Rp 2.194.000 | Rp 10.970.000 |
| 10 gr | Rp 2.188.500 | Rp 21.885.000 |
| 25 gr | Rp 2.183.480 | Rp 54.587.000 |
| 50 gr | Rp 2.181.900 | Rp 109.095.000 |
| 100 gr | Rp 2.181.120 | Rp 218.112.000 |
| 250 gr | Rp 2.180.060 | Rp 545.015.000 |
| 500 gr | Rp 2.179.640 | Rp 1.089.820.000 |
| 1000 gr | Rp 2.179.600 | Rp 2.179.600.000 |
Harga Buyback (Jual Kembali)
- Harga Buyback 1 gram: Rp 2.087.000
- Harga buyback hari ini naik Rp 5.000 dari harga sebelumnya, mencerminkan kenaikan di pasar global.
Harga Emas UBS
Berikut adalah harga jual emas batangan UBS yang tersedia di Pegadaian.
| Berat | Harga per Gram | Harga Total |
|---|---|---|
| 0.5 gr | Rp 2.444.000 | Rp 1.222.000 |
| 1 gr | Rp 2.261.000 | Rp 2.261.000 |
| 2 gr | Rp 2.243.000 | Rp 4.486.000 |
| 5 gr | Rp 2.217.000 | Rp 11.085.000 |
| 10 gr | Rp 2.205.200 | Rp 22.052.000 |
| 25 gr | Rp 2.200.840 | Rp 55.021.000 |
| 50 gr | Rp 2.196.320 | Rp 109.816.000 |
| 100 gr | Rp 2.195.450 | Rp 219.545.000 |
Kisi-Kisi Faktor Penggerak Harga Emas Hari Ini
Kenaikan signifikan harga emas Antam hari ini (4/10/2025) sebagian besar didorong oleh beberapa faktor global dan domestik:
- Dukungan The Fed (Global): Pasar saat ini sangat mengantisipasi potensi penurunan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) pada akhir tahun. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi daya tarik obligasi dan dolar, membuat emas (yang tidak memberikan bunga) menjadi lebih menarik.
- Kekhawatiran Geopolitik: Ketidakpastian politik atau konflik yang terus berlanjut di beberapa kawasan global mendorong investor untuk mencari aset safe haven, yang salah satunya adalah emas.
- Permintaan Kuat Domestik: Permintaan emas di Indonesia tetap tinggi, baik untuk perhiasan maupun investasi.
- Pelemahan Dolar AS: Meskipun tidak drastis, pergerakan nilai tukar Dolar AS terhadap mata uang utama lainnya hari ini memberikan sentimen positif pada komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang Dolar.
- Penulis: Ahmad Fadhil ( Redaksi )

