Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » INTERNASIONAL » Mic Prabowo Subianto di Matikan Saat Pidato di PBB, Inilah Alesannya

Mic Prabowo Subianto di Matikan Saat Pidato di PBB, Inilah Alesannya

  • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
  • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakpsot.id, Jakarta – Sebuah insiden terjadi saat Presiden Prresiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pidatonya dalam pertemuan tingkat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada hari Senin, 22 September 2025. Mikrofon yang digunakannya tiba-tiba mati di tengah-tengah pidato. Peristiwa ini sontak menimbulkan pertanyaan di kalangan publik. Namun, usut punya usut, insiden tersebut bukanlah sebuah kesengajaan atau upaya pembungkaman, melainkan murni karena prosedur standar PBB.

Kejadian tersebut berlangsung ketika Prabowo dengan tegas menyuarakan sikap Indonesia terkait isu Palestina dan solusi dua negara. Tepat saat ia menyampaikan komitmen Indonesia untuk siap menyediakan pasukan perdamaian, mikrofon di podiumnya berhenti berfungsi.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) segera memberikan klarifikasi untuk menepis berbagai spekulasi yang berkembang. Direktur Informasi dan Media Kemenlu, Hartyo Harkomoyo, menjelaskan bahwa matinya mikrofon tersebut disebabkan oleh batasan waktu bicara yang telah ditetapkan oleh PBB untuk setiap kepala negara.

“Terdapat aturan prosedur bahwa setiap negara mendapat kesempatan 5 menit. Apabila pidato lebih dari 5 menit, maka mikrofon akan dimatikan secara otomatis,” ujar Hartyo.

Aturan ketat mengenai durasi pidato ini berlaku bagi semua pemimpin dunia yang berbicara di forum tersebut. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan efisiensi jalannya sidang yang dihadiri oleh banyak negara. Insiden serupa ternyata tidak hanya dialami oleh Prabowo. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, juga mengalami hal yang sama saat pidatonya melebihi waktu yang ditentukan.

Meskipun mikrofonnya mati, Presiden Prabowo Subianto tidak berhenti begitu saja. Menurut laporan, beliau melanjutkan pidatonya dengan suara yang lebih lantang untuk memastikan pesannya tetap tersampaikan kepada para delegasi yang hadir di ruang Sidang Majelis Umum PBB. Sikap ini menunjukkan keteguhan dan komitmen Indonesia dalam menyuarakan isu-isu penting di panggung dunia.

Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa insiden matinya mikrofon Presiden Prabowo Subianto di PBB murni disebabkan oleh alasan teknis-prosedural, yaitu terlewatinya batas waktu pidato yang telah ditetapkan, dan bukan merupakan sebuah tindakan yang disengaja.

Facebook Comments Box
  • Penulis: Ahmad Fadhil ( Redaksi )

Rekomendasi Untuk Anda

  • Netizen Indonesia Kenapa Kepo Ya

    Kenapa Netizen Indonesia Doyan Ikut Campur Urusan Artis?

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sejak beberapa tahun terakhir, gosip selebriti selalu menyita perhatian publik. Hampir setiap hari kita disuguhkan berita tentang kehidupan pribadi artis – mulai dari kisah asmara hingga skandal keluarga – yang ditayangkan lewat infotainment di TV maupun beredar luas di media sosial. Menurut Jakpost.id, fenomena ini tidak kebetulan: infotainment telah “mengubah cara masyarakat mengonsumsi berita, terutama […]

  • Bokeh

    Istilah Video Bokeh Japanese Word Origin Full Sering Bikin Orang Penasaran

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 675
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Istilah video bokeh japanese word origin full sering bikin orang penasaran. Bukan cuma karena efek visualnya yang cantik, tapi juga karena asal-usul nama “bokeh” itu sendiri. Di era serba digital seperti sekarang, video dengan latar belakang blur lembut jadi favorit para pecinta visual, sineas, sampai content creator. Di bawah ini kita bahas santai: apa […]

  • Warga Thailand Yang Di Kamboja Telah Kembali Ke Asalnya Pagi ini

    Warga Thailand Yang Di Kamboja Telah Kembali Ke Asalnya Pagi ini

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Hari ini (24/07/2025) setelah dapat informasi bentrokan konflik yang semakin memanas antara tentara kamboja dan thailand di daerah perbatasan banyak orang thailand di poipet telah pergi dengan cepat untuk melewati perbatasan internasional poipet untuk kembali ke thailand. Media kamboja telah merilis sejumlah orang – orang thailand yang sebagian besar adalah pekerja yang bekerja di […]

  • Laki Laki Bertato Ditemukan tewas di Bawah Flyover Ancol, Diduga Over Dosis

    Laki Laki Bertato Ditemukan tewas di Bawah Flyover Ancol, Diduga Over Dosis

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Rabu dini hari (30/7/25),jenazah seorang pria bertato dengan tubuh kekar tiba di kamar jenazah RSCM,Jakarta Pusat untuk menjalani proses otopsi. Pria tersebut ditemukan tewas di bawah flyover Ancol,Pademangan,Jakarta Utara Berdasarkan informasi dari kepolisian & saksi di lokasi,korban diketahui bernama Angga (32),warga Cilincing ia dikenal sebagai pengatur jalan liar(pak ogah) di kawasan pertigaan Jembatan jln […]

  • Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Twelve-year-old Do’a Atef spends her days knocking on doors begging for food, or gathering firewood from a dusty hill near a refugee camp outside Rafah, in southern Gaza, to cook the few tomatoes and peppers given to her by strangers. Do’a told NBC News that she was displaced from her home in Beit Lahia in […]

  • Penemuan Seorang Bayi Perempuan di Puncak Bogor

    Penemuan Seorang Bayi Perempuan di Puncak Bogor

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Pada Sabtu siang, 13 September 2025, warga Puncak Bogor dikejutkan oleh perempuan yang masih hidup di sebuah kebun. Bayi tersebut, yang diperkirakan baru saja lahir, ditemukan di dekat aliran Kali Ciesek, wilayah yang berbatasan antara Desa Cipayung Datar dan Desa Pasir Angin.   Saat ditemukan oleh warga, bayi malang ini terbungkus selimut dan dikerubungi […]

error: Content is protected !!
expand_less