Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » INTERNASIONAL » Protes Gen Z di Nepal: Elite Politik Tumbang, Kemarahan atas Ketidakadilan Meluas

Protes Gen Z di Nepal: Elite Politik Tumbang, Kemarahan atas Ketidakadilan Meluas

  • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
  • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakpost.id, Setelah Sri Lanka dan Bangladesh, kini Nepal menjadi panggung terbaru bagi aksi protes besar-besaran yang digerakkan generasi Z. Ketidakmampuan elite politik lama membaca keresahan rakyat membuat mereka kehilangan jabatan dan kepercayaan publik.

Kericuhan yang pecah sejak awal September 2025 ini berawal dari dua pemicu utama: pemblokiran media sosial dan kasus tabrak lari di Koshi yang melibatkan pejabat lokal namun tidak diproses hukum. Situasi semakin memanas setelah pemerintah merespons dengan cara represif.

Ketegangan di Kathmandu

Hingga Rabu (10/9/2025), kondisi di Kathmandu dan sejumlah kota masih belum terkendali. Media lokal menyebutnya sebagai Gen Z Protest. Pemerintah memberlakukan jam malam hingga Kamis pagi, sementara militer mengambil alih keamanan mulai Selasa malam.

Jenderal Ashokraj Sigdel, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Nepal, meminta massa menahan diri dan menjaga situs bersejarah dari kerusakan. Namun, eskalasi kerusuhan sulit dibendung. Gedung-gedung penting seperti Istana Kepresidenan, Parlemen, hingga Mahkamah Agung menjadi sasaran pembakaran. Bahkan, massa berhasil merebut senjata dari Mahkamah Agung dan melepaskan tembakan ke udara.

Bandara Internasional Tribhuvan di Kathmandu pun ditutup, membuat semua penerbangan dibatalkan demi menghindari kerusakan fasilitas.

Elite Politik Jadi Sasaran

Mantan Perdana Menteri Khadga Prasad Sharma Oli yang mengundurkan diri pada Selasa sore menghilang tanpa jejak. Rumahnya serta rumah para mantan perdana menteri lain diserang massa. Dalam salah satu insiden tragis, Rajyalaxmi Chitrakar istri mantan PM Jhala Nath Khanal meninggal akibat luka bakar ketika rumahnya dibakar.

Mantan PM Sher Bahadur Deuba dan istrinya, Arju Rana Deuba, juga menjadi korban. Mereka dipukuli dan diseret keluar rumah sebelum kediamannya dibakar. Arju sendiri adalah menteri dalam kabinet Oli, sehingga kemarahan massa terhadap keluarga politik kian meluas.

Dari Damai ke Berdarah

Aksi yang awalnya hanya berupa unjuk rasa damai di Kathmandu pada Senin (8/9/2025) berubah menjadi tragedi. Ribuan pelajar dan mahasiswa turun ke jalan dengan poster protes, bahkan sebagian masih mengenakan seragam sekolah. Namun, saat polisi bertindak brutal, situasi berubah total.

Dalam dua hari, tercatat 20 orang tewas dan hampir 400 lainnya luka-luka akibat tindakan aparat. Kekerasan ini justru memperluas protes dari ibu kota ke berbagai penjuru Nepal.

Mantan Menteri Komunikasi, Gokul Baskota, menilai pemerintah Oli keliru besar karena menganggap generasi muda bisa ditekan dengan kekuasaan. Menurutnya, generasi Z justru semakin berani ketika dibungkam.

Amarah Gen Z: Dari Media Sosial hingga Jalanan

Ciri khas protes ini adalah cara generasi Z menyuarakannya. Aksi awal dilakukan secara daring melalui media sosial. Saat turun ke jalan, mereka tetap menyiarkan secara langsung melalui berbagai platform.

Pemblokiran media sosial oleh pemerintah malah memperparah keadaan. Bagi generasi Z, platform digital bukan hanya tempat bersosialisasi, tetapi juga ruang belajar dan bekerja. Keputusan ini dianggap sebagai bentuk pembungkaman dan menambah bahan bakar kemarahan

Faktor Pemicu Lain: Nepobaby dan Pamer Kemewahan

Selain kasus tabrak lari, kemarahan publik juga dipicu oleh gaya hidup mewah anak-anak elite politik. Mereka kerap memamerkan liburan dengan jet pribadi, belanja barang bermerek, hingga kuliah di luar negeri dengan biaya fantastis.

Padahal, keluarga elite ini tidak dikenal memiliki kekayaan besar sebelum masuk dunia politik. Fenomena ini melahirkan istilah Nepobaby, yang ramai digunakan warganet Nepal untuk mengecam perilaku anak pejabat.

Unggahan-unggahan lama mereka kembali beredar di media sosial, memicu gelombang sentimen negatif yang mempercepat runtuhnya kekuasaan Oli dan sekutunya.

Facebook Comments Box
  • Penulis: Ahmad Fadhil ( Redaksi )

Rekomendasi Untuk Anda

  • Analisis Lengkap Khasiat Produk Obat Kuat ‘Urat Kuda’

    Analisis Lengkap Khasiat Produk Obat Kuat ‘Urat Kuda’

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Permintaan akan produk-produk penambah stamina pria mengalami peningkatan yang signifikan di pasar Indonesia, terutama dengan kemudahan akses melalui platform daring. Fenomena ini didorong oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan gaya hidup hingga promosi yang masif. Dalam konteks ini, beragam produk baru bermunculan, menjanjikan khasiat luar biasa dengan klaim yang menarik. Salah satu produk yang […]

  • Kang Dedi Mulyadi Mengucapkan Permintaan Maaf Atas Kejadian Acara Nikah Anaknya

    Kang Dedi Mulyadi Mengucapkan Permintaan Maaf Atas Kejadian Acara Nikah Anaknya

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Garut Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyampaikan sepata kata permohonan minta maaf kepada masyarakat atas insiden tragis dalam acara syukuran pernikahan anaknya yang menewaskan sejumlah anak kecil hingga lansia di garut. Acara makan gratis yang disediakan acara pernikahan syukuran untuk anaknya yang bernama Maulana Akbar dan istrinya, Putri Karlina, dalam rangkaian acara […]

  • Private Ghost

    Perlu Memastikan Rekam Jejak Rekan Bisnis atau Orang Terdekat? Private Ghost Hadir untuk Anda

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Membangun relasi baru baik dalam dunia usaha maupun kehidupan sosial—sering kali diawali dengan antusiasme dan rasa percaya. Namun, di balik kesan ramah, profesional, dan penuh janji, tidak sedikit orang menyimpan sisi gelap yang baru terungkap ketika kerugian sudah terjadi. Banyak kasus kerjasama gagal, persahabatan hancur, bahkan keamanan pribadi terancam hanya karena seseorang melewatkan proses […]

  • Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations

    Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations

    • calendar_month Sabtu, 24 Feb 2024
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Smart Homes: Beyond Automation to AnticipationIf 2023 could be summarized in the gadget space, it would be the year where our homes started truly “understanding” us. Gone are the days of generic automation. With advancements in AI, homes now anticipate needs. Your coffee machine knows when you’ve had a rough night and adjusts the brew […]

  • Warga Thailand Yang Di Kamboja Telah Kembali Ke Asalnya Pagi ini

    Warga Thailand Yang Di Kamboja Telah Kembali Ke Asalnya Pagi ini

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Hari ini (24/07/2025) setelah dapat informasi bentrokan konflik yang semakin memanas antara tentara kamboja dan thailand di daerah perbatasan banyak orang thailand di poipet telah pergi dengan cepat untuk melewati perbatasan internasional poipet untuk kembali ke thailand. Media kamboja telah merilis sejumlah orang – orang thailand yang sebagian besar adalah pekerja yang bekerja di […]

  • Alesan Mengapa Kita Dilarang Nonton Video Bokeh Japanese

    Alesan Mengapa Kita Dilarang Nonton Video Bokeh Japanese

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Banyak orang mungkin penasaran kenapa sekarang banyak peringatan di internet soal larangan nonton video bokeh, termasuk yang sering disebut bokeh Japanese. Sekilas, konten seperti itu terlihat menarik karena sering muncul di berbagai situs dan media sosial. Tapi di balik rasa penasaran itu, ada banyak alasan kuat kenapa kita sebaiknya nggak terjebak dalam kebiasaan seperti […]

error: Content is protected !!
expand_less