Jakpost.id, Kementerian Pertahanan Kamboja hari ini (25 Juli) mengeluarkan pernyataan, mengutuk keras serangan militer yang dilancarkan oleh tentara Thailand sejak dini hari ini di 7 lokasi di perbatasan Kamboja-Thailand, serta penggunaan bom cluster yang dilarang internasional di wilayah Kamboja, yang merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan hukum perang.
Sejak pukul 03.20 dini hari, tentara Thailand melancarkan serangan intensif di beberapa lokasi di Provinsi Preah Vihear dan Provinsi Oddar Meanchey, dengan target termasuk situs keagamaan, kawasan konservasi alam, dan daerah pemukiman. Termasuk:
Pukul 03.20, tentara Thailand menyerang daerah “Gunung Tengkorak”, daerah Ta Thao, dan daerah “Gunung 333”;
Pukul 05.25, tentara Thailand pertama kali menjatuhkan bom cluster di daerah “Gunung Tengkorak”;
Pukul 05.30, menyerang kuil kuno Ta Muen Thom dan kuil kuno Ta Krabei;
Pukul 05.40, menembaki “daerah segitiga”;
Pukul 06.50, kembali menjatuhkan bom cluster, menyerang desa alami Dek Chong di Kabupaten Chumkiri, Provinsi Preah Vihear;
Pukul 07.03, menembaki daerah Chamtay;
Pukul 08.00, mencoba merebut kuil kuno Ta Krabei, namun akhirnya berhasil dipukul mundur oleh tentara Kamboja.
Jenderal Mary menegaskan, meskipun pihak Thailand terus berusaha menembus garis pertahanan, tentara Kamboja bertahan di setiap garis depan, merespons dengan tegas, dan berhasil menggagalkan upaya tentara Thailand merebut kuil kuno Ta Krabei, dengan teguh mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayah negara.








