Jakpost.id, Pada hari keempat invasi Thailand ke Kamboja, Pemerintah Kerajaan Kamboja secara resmi mengumumkan adanya tanda-tanda de-eskalasi yang menjanjikan. Perkembangan positif ini menyusul percakapan telepon penting antara Perdana Menteri Kamboja Hun Manet dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada malam 26 Juli.
Cucu Pendiri Namyang Dairy yang Buron, Hwang Ha-na, Terendus di Kamboja
Juru Bicara Pemerintah, Pen Bona, dalam pengarahan pers hari Minggu, mengonfirmasi bahwa diskusi antara kedua pemimpin berpusat pada bentrokan bersenjata yang sedang berlangsung di perbatasan Kamboja-Thailand. Presiden Trump, menurut Bona, menyatakan keprihatinan mendalamnya terhadap permusuhan tersebut. Ia menekankan keinginan lamanya untuk mencegah perang yang dapat mengakibatkan hilangnya nyawa secara tidak perlu, seraya menyoroti rekam jejaknya dalam menengahi perdamaian di berbagai zona konflik. Trump menyampaikan harapannya agar gencatan senjata segera terwujud dan perdamaian antara kedua negara dapat dipulihkan.
Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza: Pernyataan dari Hamas dan Respons Israel
Perdana Menteri Hun Manet menegaskan kembali komitmen penuh Kamboja terhadap gencatan senjata yang segera dan tanpa syarat. Sikap ini sebelumnya telah ia sampaikan kepada Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, yang saat ini menjabat sebagai Ketua ASEAN, dalam diskusi terpisah pada 24 Juli.
Tornado Dahsyat di Ninh Bình, Vietnam: 9 Orang Tewas dan Kerusakan Meluas
Setelah berbicara dengan Hun Manet, Presiden Trump kemudian menghubungi penjabat Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai. Dari komunikasi tersebut, Trump menyampaikan kabar baik: pihak Thailand pada prinsipnya telah menyetujui usulan gencatan senjata.
Meskipun demikian, Samdech Thipadei (Hun Manet) menyatakan harapannya agar Thailand tidak mengubah pendiriannya, mengingat insiden serupa terjadi saat upaya koordinasi Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada 24 Juli.
Xi Jinping Desak AS Tegaskan Penolakan Kemerdekaan Taiwan
Untuk mempercepat proses perdamaian, Perdana Menteri Hun Manet telah menugaskan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Prak Sokhonn. Tugasnya adalah berkoordinasi lebih lanjut dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, serta rekan sejawatnya dari Thailand, guna memastikan implementasi perjanjian gencatan senjata yang cepat.
Permaisuri Monireth Kamboja sedang menjalani perawatan di Tiongkok
Perdana Menteri Kamboja menyampaikan apresiasi kepada Donald Trump atas upaya mediasinya, menyatakan bahwa langkah tersebut berpotensi menyelamatkan banyak nyawa dan memungkinkan warga yang mengungsi untuk kembali ke rumah serta melanjutkan hidup mereka dalam damai.
Kawah Raksasa Tiba-Tiba Muncul di Jalanan Bangkok, Ribuan Pasien Rumah Sakit Dievakuasi
Pendapatan Para UMKM Negara Kamboja Meningkat Drastis Dengan Omset 3000 Dollar AS Tahun Depan








