Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EDUKASI » Tuntas Sejarah Berdirinya Candi Prambanan di Tanah Jawa

Tuntas Sejarah Berdirinya Candi Prambanan di Tanah Jawa

  • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 99
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakpost.id, Halo, Sobat Petualang dan Penggemar Legenda Kuno! Coba deh, kalau dengar nama Candi Prambanan, apa sih yang langsung terbayang? Pasti dong, kisah cinta tragis Roro Jonggrang yang meminta seribu candi dalam semalam dan berakhir dengan kutukan. Ya, legenda itu memang romantis, tapi tahukah kamu? Sejarah asli berdirinya candi ini jauh lebih keren, dramatis, dan penuh intrik politik daripada sekadar urusan patah hati!

Artikel ini akan membawa kamu langsung ke jantung persaingan dinasti di Jawa Kuno. Kita akan kupas tuntas bagaimana candi Hindu terbesar dan termegah di Indonesia ini bisa berdiri tegak, apa motivasi politik di baliknya, dan mengapa ia sempat hilang ditelan waktu. Tujuan kita jelas: agar kamu nggak cuma tahu legendanya, tapi juga paham betul sejarah candi Prambanan yang sesungguhnya! Siapkan headset kamu, karena kita akan time travel ke abad ke-9 Masehi!

Abad ke-9: Medan Pertempuran Simbol dan Awal Sejarah Candi Prambanan

Untuk memahami kenapa Prambanan begitu besar, kita harus menengok ke era Kerajaan Mataram Kuno, sebuah masa di mana dua dinasti besar Hindu dan Buddha saling bersaing unjuk gigi.

Balas Dendam Hindu: Momen Kebangkitan Wangsa Sanjaya

Ingat kisah tentang Wangsa Syailendra (Buddha, yang membangun Borobudur) dan Wangsa Sanjaya (Hindu)? Nah, setelah sempat terdesak dan harus hidup berdampingan di bawah bayang-bayang Syailendra, tiba saatnya bagi Sanjaya untuk comeback dan menunjukkan dominasinya.

Sejarah candi Prambanan bermula dari keinginan kuat Wangsa Sanjaya, khususnya pada masa pemerintahan Rakai Pikatan (sekitar 840-856 M) dan diteruskan oleh penggantinya, Raja Lokapala dan Dyah Balitung. Pembangunan ini adalah statemen politik yang tegas: Mataram Kuno adalah Kerajaan Hindu-Syiwa yang jaya!

Kenapa Prambanan Dibangun?

  1. Reaksi terhadap Borobudur: Pembangunan Prambanan merupakan tandingan visual terhadap kemegahan Borobudur yang dibangun oleh Wangsa Syailendra (mantan pesaing/sekutu mereka). Jika Borobudur adalah simbol Buddhisme Mahayana, maka Prambanan harus menjadi simbol keagungan Hindu Trimurti.

  2. Legitimasi Kekuasaan: Pembangunan candi yang monumental menjadi cara untuk melegitimasi dan memproklamirkan bahwa kekuasaan kini berada di tangan raja-raja Hindu. Ini adalah strategi Authoritativeness (Otoritas) yang dipahat di atas batu.

Lokasi Prambanan yang berada di wilayah perbatasan antara pengaruh Sanjaya dan Syailendra juga sangat strategis. Dengan berdirinya candi setinggi ini, tidak ada yang bisa meragukan lagi siapa yang memegang kendali atas Tanah Jawa.

Prasasti Siwagrha: Bukti Tertulis Paling Akurat

Tidak seperti Borobudur yang minim catatan pendiri, sejarah candi Prambanan memiliki dokumen kunci yang menceritakan pendiriannya: Prasasti Siwagrha.

Prasasti yang bertahun 856 Masehi ini secara eksplisit menceritakan pembangunan sebuah mandira (tempat suci) untuk dewa Siwa. Prasasti ini juga mengisahkan pertempuran sengit yang dimenangkan oleh Rakai Pikatan melawan musuh bebuyutannya, Balaputradewa (adik/kerabat dari dinasti Syailendra yang berkuasa di Sumatera).

Menurut prasasti ini, candi utama didedikasikan untuk Siwa (disebut juga Siwagrha atau “Rumah Siwa”), sebagai manifestasi dari dewa yang paling dihormati oleh Wangsa Sanjaya. Pembangunan ini dilakukan setelah kemenangan besar, menjadikannya monumen kemenangan, sekaligus tempat ibadah yang sakral.

Penting: Penemuan Prasasti Siwagrha ini memperkuat Expertise (Keahlian) sejarawan, yang menyimpulkan bahwa sejarah candi Prambanan adalah perwujudan dari ambisi politik, bukan sekadar kutukan cinta.

Arsitektur Puncak Kejayaan: Menelusuri Kompleks Candi Raksasa

Candi Prambanan dikenal sebagai kompleks candi Hindu terbesar di Asia Tenggara. Struktur arsitekturnya yang meruncing dan tinggi sangat berbeda dengan Borobudur yang melebar dan tumpul.

Trimurti: Filosofi Tiga Dewa Utama

Inti dari Prambanan adalah tiga candi utama yang berdiri tegak di halaman inti (Jeroan), masing-masing didedikasikan untuk Dewa Utama dalam agama Hindu, yang dikenal sebagai Trimurti:

  1. Candi Siwa (Candi Utama): Ini adalah candi tertinggi dan terbesar (mencapai 47 meter!). Di dalamnya terdapat empat ruangan, termasuk patung Siwa Mahadewa setinggi tiga meter. Di sinilah sejarah candi Prambanan mencapai puncaknya, sebagai rumah Dewa Penghancur dan Pelebur.

  2. Candi Wisnu: Didedikasikan untuk Dewa Pemelihara.

  3. Candi Brahma: Didedikasikan untuk Dewa Pencipta.

Di depan ketiga candi utama ini, terdapat tiga candi kecil yang disebut Candi Wahana (kendaraan), yang didedikasikan untuk kendaraan dari Trimurti: Lembu Nandi (Siwa), Burung Garuda (Wisnu), dan Angsa Hamsa (Brahma).

Relief Ramayana: Kisah Paling Populer di Dunia

Sama seperti Borobudur, Prambanan juga punya komik batu raksasa.

Di dinding bagian dalam Candi Siwa dan Candi Brahma, terukir relief yang menceritakan epik Ramayana. Relief ini dibaca dari kiri ke kanan (searah jarum jam). Sejarah seni pahat di Prambanan sangat dinamis dan ekspresif.

Uniknya: Kisah Ramayana di Prambanan dipengaruhi oleh gaya Jawa Kuno, bukan hanya meniru versi India. Ini menunjukkan Experience (Pengalaman) para seniman lokal dalam mengadaptasi dan menceritakan kembali kisah universal dengan sentuhan budaya mereka sendiri.

Tips dari Penulis: Untuk benar-benar mengapresiasi kompleksitas candi, hitunglah jumlah anak candi yang mengelilingi candi utama! Ada 224 candi perwara (pengawal) yang membentuk barisan rapi. Ini adalah sejarah candi Prambanan yang masif dan terstruktur.

Hilang dan Bangkit Lagi: Masa Senja Prambanan

Meskipun dibangun dengan ambisi politik yang menggebu-gebu, nasib Candi Prambanan hampir sama dengan Borobudur: ditinggalkan dan ditelan waktu.

Jawa Pindah Ibukota (Abad ke-10)

Sekitar awal abad ke-10, pusat kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno berpindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Perpindahan besar ini, yang diyakini karena aktivitas vulkanik dahsyat dari Gunung Merapi, mengakibatkan kompleks Prambanan ditinggalkan.

Sama seperti Borobudur, Candi Prambanan perlahan tertutup abu vulkanik dan ditumbuhi pohon besar. Struktur batu yang kokoh itu mulai runtuh akibat gempa bumi, erosi, dan penjarahan batu oleh penduduk lokal untuk bahan bangunan. Selama ratusan tahun, candi ini menjadi reruntuhan yang sunyi.

Penemuan Kembali oleh Orang Asing

Sejarah candi Prambanan mulai mendapatkan perhatian dunia lagi pada abad ke-17.

  • 1733: C. A. Lons, seorang penjelajah Belanda, mencatat keberadaan reruntuhan candi Hindu yang besar. Namun, penemuan ini tidak ditindaklanjuti secara serius.

  • 1811: Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Inggris di Jawa (tokoh yang sama yang menemukan Borobudur!), memerintahkan penjelajahan. Ia menyadari pentingnya situs tersebut, meski hanya melakukan pembersihan awal.

Sayangnya, pada masa-masa awal penemuan ini, banyak batu dan arca Prambanan yang diangkut oleh kolektor Eropa atau penduduk lokal untuk membangun rumah. Proses penemuan kembali ini, meskipun penting, juga merupakan periode kelam karena tingginya tingkat kerusakan dan kehilangan artefak.

Restorasi yang Penuh Tantangan dan Kebanggaan

Mengembalikan Prambanan ke bentuk aslinya adalah pekerjaan super rumit, jauh lebih menantang daripada Borobudur. Kenapa? Karena Borobudur adalah satu massa besar, sedangkan Prambanan adalah kumpulan ribuan batu yang menyusun ratusan candi. Ketika runtuh, batu-batu itu tercerai-berai.

Mencari Puzzle yang Hilang

Upaya restorasi yang sistematis dimulai pada awal abad ke-20 oleh pemerintah kolonial Belanda, namun baru benar-benar diintensifkan setelah kemerdekaan Indonesia.

Tantangan Terbesar: Para ahli harus mengumpulkan ribuan batu yang berserakan dan mencoba mencocokkannya seperti puzzle raksasa. Prinsip yang diterapkan sangat ketat: sebuah candi hanya boleh didirikan kembali jika minimal 75% batu aslinya ditemukan. Inilah yang menjelaskan mengapa banyak Candi Perwara di Prambanan yang hingga kini masih berupa tumpukan batu yang sudah diberi nomor—karena sisa batunya hilang atau tidak ditemukan.

Candi Siwa: Restorasi candi utama (Candi Siwa) berhasil diselesaikan pada tahun 1953 di bawah pimpinan Prof. Ir. R. Soekmono, arsitek dan arkeolog yang sama yang memimpin restorasi Borobudur. Keberhasilan ini adalah Trustworthiness (Kepercayaan) dan Expertise bangsa Indonesia dalam menjaga warisan sejarah.

Prambanan di Era Modern: Ditetapkan UNESCO

Berkat upaya restorasi yang monumental, Candi Prambanan diakui dunia. Pada tahun 1991, kompleks candi ini resmi ditetapkan oleh UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia, bersama dengan kompleks Borobudur. Pengakuan ini mengukuhkan bahwa sejarah candi Prambanan bukan hanya milik Indonesia, tapi milik seluruh umat manusia.

Meskipun demikian, tantangan tidak berhenti. Gempa besar Yogyakarta pada tahun 2006 sempat merusak parah beberapa candi dan struktur, menunjukkan bahwa pertahanan melawan alam adalah perjuangan yang berkelanjutan.

Belajar dari Keagungan Prambanan

Kita sudah menyelami jauh ke dalam sejarah berdirinya Candi Prambanan, dari motif politik Wangsa Sanjaya, arsitektur Trimurti yang megah, hingga perjuangan heroik untuk menyelamatkan reruntuhannya.

Prambanan adalah pelajaran tentang ambisi, ketekunan, dan keindahan. Ia berdiri bukan karena sihir Roro Jonggrang, melainkan karena Expertise dan kemauan politik para Raja Hindu Mataram Kuno. Setiap batu yang kamu sentuh adalah babak sejarah yang bercerita tentang kebangkitan dan kejayaan.

Jadi, lain kali kamu berkunjung ke sana, jangan hanya melihat menara yang menjulang. Rasakanlah persaingan politik abad ke-9 dan semangat para ahli restorasi yang bekerja keras mencocokkan puzzle batu selama puluhan tahun.

Facebook Comments Box
  • Penulis: Ahmad Fadhil ( Redaksi )

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hormati Penggemar Thailand, Bintang Bollywood Gagan Malik Lepas Peran Duta Pariwisata Kamboja

    Hormati Penggemar Thailand, Bintang Bollywood Gagan Malik Lepas Peran Duta Pariwisata Kamboja

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Bintang Bollywood asal India, Gagan Malik, telah mengambil keputusan untuk melepaskan perannya sebagai Duta Pariwisata untuk Kamboja. Langkah ini diambil sebagai respons atas kekecewaan yang dirasakan oleh para penggemarnya di Thailand, sebuah negara yang ia anggap sebagai rumah keduanya. Kontroversi ini bermula setelah Malik memimpin sebuah perjalanan wisata di Kamboja beberapa waktu lalu, yang […]

  • Sebuah insiden yang nyaris berujung bencana terjadi di wilayah Rokan Hilir

    Sebuah insiden yang nyaris berujung bencana terjadi di wilayah Rokan Hilir

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Riau – di tengah musim kemarau yang membuat lahan semakin kering dan rentan terbakar. Seorang warga secara tidak sengaja menemukan puntung rokok yang masih menyala dibuang sembarangan di atas tanah gambut. Api kecil pun mulai membakar permukaan tanah, dan berpotensi menjalar jika tidak segera ditangani. Beruntung, warga tersebut bertindak cepat dengan menyiramkan air dan […]

  • Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2024
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 381
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Siaga Perangkat Mendekat Untuk RI, China Ancam Filipina Soal LCS

    Siaga Perangkat Mendekat Untuk RI, China Ancam Filipina Soal LCS

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Jakarta – Laut China Selatan (LCS) kembali jadi sorotan dunia. China mengeluarkan peringatan keras kepada Filipina terkait aktivitas maritim di wilayah yang disengketakan. Beijing menyebut Manila memprovokasi dan melibatkan kekuatan eksternal demi tujuan yang dianggap mustahil. Hingga kini, Filipina belum memberikan tanggapan resmi. Namun, Amerika Serikat langsung pasang badan! Bersama Jepang, Washington menggelar latihan […]

  • Mic Prabowo Subianto di Matikan Saat Pidato di PBB, Inilah Alesannya

    Mic Prabowo Subianto di Matikan Saat Pidato di PBB, Inilah Alesannya

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Jakpsot.id, Jakarta – Sebuah insiden terjadi saat Presiden Prresiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pidatonya dalam pertemuan tingkat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada hari Senin, 22 September 2025. Mikrofon yang digunakannya tiba-tiba mati di tengah-tengah pidato. Peristiwa ini sontak menimbulkan pertanyaan di kalangan publik. Namun, usut punya usut, insiden tersebut bukanlah sebuah kesengajaan […]

  • Darurat Militer di Perbatasan Kamboja-Thailand

    Darurat Militer di Perbatasan Kamboja-Thailand

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Pihak berwenang Thailand telah mengumumkan penerapan darurat militer di delapan distrik di dua provinsi bagian timur, termasuk tujuh distrik di Provinsi Chanthaburi dan satu distrik di Provinsi Trat, yang berbatasan dengan Kamboja. Keputusan ini dibuat oleh Komando Pertahanan Perbatasan Provinsi Chanthaburi-Trat. Pernyataan resmi menekankan bahwa langkah-langkah ini sangat penting untuk melindungi kedaulatan, integritas wilayah, […]

error: Content is protected !!
expand_less