Xi Jinping Desak AS Tegaskan Penolakan Kemerdekaan Taiwan
- account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
- calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
- visibility 33
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakpost.id, Presiden China, Xi Jinping, dilaporkan telah meningkatkan tekanan diplomatik terhadap pemerintahan Donald Trump dengan sebuah tuntutan baru yang berisiko tinggi. Tuntutan tersebut adalah agar Amerika Serikat secara eksplisit dan resmi menyatakan penolakannya terhadap kemerdekaan Taiwan.
Permintaan ini menandai eskalasi yang signifikan, karena kebijakan AS selama ini hanya sebatas menyatakan “tidak mendukung” kemerdekaan Taiwan. Perubahan dari sikap pasif “tidak mendukung” menjadi sikap aktif “menolak” akan menjadi kemenangan strategis besar bagi Beijing, sekaligus berpotensi semakin mengisolasi Taipei di panggung internasional.
Posisi AS dan Potensi Tawar-menawar Dagang
Menanggapi permintaan tersebut, Departemen Luar Negeri AS menegaskan bahwa posisi Washington tidak berubah. AS tetap berpegang pada Kebijakan Satu China dan menentang setiap upaya sepihak untuk mengubah status quo.
Meskipun demikian, banyak analis melihat tuntutan ini sebagai kemungkinan manuver China untuk mendapatkan alat tawar baru dalam negosiasi perang dagang yang sedang berlangsung antara kedua negara adidaya tersebut.
Dampak pada Pasar Global
Komunitas bisnis dan investor internasional memantau perkembangan ini dengan cermat. Setiap pergeseran, bahkan sekecil apa pun dalam bahasa diplomatik AS terkait Taiwan, memiliki potensi untuk mengguncang stabilitas pasar keuangan dan mengganggu hubungan perdagangan yang telah mapan antara Amerika Serikat dan negara-negara di Asia
- Penulis: Ahmad Fadhil ( Redaksi )

