Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Apa Pengertian dari ACAB Yang Sedang Lagi Trending Hari ini

Apa Pengertian dari ACAB Yang Sedang Lagi Trending Hari ini

  • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
  • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
  • visibility 120
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakpost.id, Kejadian tragis yang melibatkan kendaraan taktis Brimob yang menabrak seorang pengemudi ojek online saat demonstrasi di depan gedung DPR pada Kamis malam (28 Agustus 2025) menimbulkan reaksi keras dari masyarakat. Insiden tersebut menyulut kemarahan publik, terutama di media sosial.

Di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, dan X (sebelumnya Twitter), pengguna internet ramai menyuarakan kemarahan mereka. Di antara unggahan itu, sering terlihat ungkapan “ACAB” dan “1312”, yang menjadi simbol protes terhadap tindakan represif aparat.

Istilah-istilah ini tidak hanya digunakan sebagai bentuk ekspresi, tetapi juga sebagai seruan agar oknum polisi yang terlibat dalam insiden tersebut segera diusut dan dijatuhi hukuman.

Namun, banyak yang belum memahami makna sebenarnya dari dua istilah ini. ACAB merupakan singkatan dari “All Cops Are Bastards”, sementara “1312” adalah representasi numerik dari akronim tersebut, dengan tiap angka merujuk pada posisi huruf dalam alfabet.

Akar Sejarah ACAB

Frasa ini bukanlah hal baru. Awalnya muncul dari para buruh Inggris di awal abad ke-20, yang menggunakan istilah tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap aparat yang dianggap membela kepentingan kaum elit.

Dikutip dari GQ Magazine, singkatan “ACAB” mulai dikenal luas pada dekade 1940-an, di kalangan para pekerja yang melakukan pemogokan.

Seorang jurnalis Vice, James Poulter, pernah menemukan rekaman tahun 1958 yang memperlihatkan sekelompok remaja meneriakkan slogan tersebut di jalanan. Namun, baru pada tahun 1970 istilah ini mendapat perhatian besar setelah menjadi tajuk utama sebuah surat kabar Inggris, Daily Mirror.

Dalam pemberitaan tersebut, seorang remaja ditahan karena mengenakan jaket bertuliskan ACAB, yang ternyata ia tiru dari jaket geng motor. Ironisnya, remaja itu mengaku mengira singkatan itu berarti “All Canadians are Bums” dan hanya dikenai denda ringan sebesar 5 poundsterling. Meski demikian, insiden ini membuat istilah ACAB dikenal luas sebagai simbol perlawanan kaum muda terhadap otoritas.

Dari Musik Punk ke Gerakan Global

Sejak saat itu, ACAB menjelma menjadi ikon dalam berbagai gerakan sosial, terutama di kalangan punk dan kelompok antiotoriter. Dalam dunia musik, ACAB bahkan menjadi tema lagu-lagu protes berdurasi singkat yang dipenuhi kritik sosial. Salah satu lagu paling populer datang dari band punk asal London, 4-Skins, yang menyanyikan langsung tentang perlawanan terhadap kekuasaan.

Simbol ini menyebar luas, dari Amerika hingga Asia, termasuk Indonesia. Ia hadir sebagai ekspresi keresahan atas ketidakadilan dan ketimpangan kekuasaan, meski dalam perjalanannya sering kali digunakan dalam konteks berbeda-beda.

Namun demikian, popularitas ACAB tidak selalu berkonotasi positif. Simbol ini juga pernah diasosiasikan dengan kelompok ekstrem kanan maupun gerakan anarkis yang agresif. Oleh karena itu, interpretasinya kerap memicu kontroversi.

Simbol yang Sarat Kontroversi

ACAB juga pernah menjadi bahan perdebatan hukum di beberapa negara. Di Jerman, misalnya, frasa tersebut pernah dijadikan objek pengadilan dalam kasus ujaran kebencian.

Bahkan Anti-Defamation League (ADL) mengklasifikasikan ACAB sebagai simbol kebencian, tetapi menekankan bahwa konteks penggunaannya harus dilihat lebih dalam, karena frasa ini digunakan oleh kelompok dengan latar belakang ideologi yang sangat beragam—dari yang rasis hingga yang menentang rasisme.

Di era digital seperti sekarang, ACAB kembali memperoleh gaungnya. Tagar #acab telah dilihat ratusan juta kali di TikTok, menandakan betapa luasnya perhatian terhadap isu kekerasan polisi dan penyalahgunaan wewenang.

Bahkan sebelum insiden Brimob dan ojol ini, ACAB sudah beberapa kali muncul dalam konteks gerakan antikekerasan polisi di Amerika Serikat, terutama sejak kampanye Black Lives Matter mencuat pada 2018. Salah satu contohnya adalah grafiti besar bertuliskan ACAB yang muncul di papan reklame di Portland, Oregon.

Facebook Comments Box
  • Penulis: Ahmad Fadhil ( Redaksi )

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kang Dedi Mulyadi Mengucapkan Permintaan Maaf Atas Kejadian Acara Nikah Anaknya

    Kang Dedi Mulyadi Mengucapkan Permintaan Maaf Atas Kejadian Acara Nikah Anaknya

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Garut Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyampaikan sepata kata permohonan minta maaf kepada masyarakat atas insiden tragis dalam acara syukuran pernikahan anaknya yang menewaskan sejumlah anak kecil hingga lansia di garut. Acara makan gratis yang disediakan acara pernikahan syukuran untuk anaknya yang bernama Maulana Akbar dan istrinya, Putri Karlina, dalam rangkaian acara […]

  • Jangan Pernah Akses Video Simontok, Apabila Tidak Mau Seperti ini

    Jangan Pernah Akses Video Simontok, Apabila Tidak Mau Seperti Ini!

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Kalau kamu sedang mencari simontok, berhenti sebentar. Serius. Tarik napas. Karena artikel ini bukan buat menghakimi, tapi buat ngobrol jujur. Banyak orang tergoda membuka video simontok karena rasa penasaran, bosan, atau sekadar iseng. Namun, di balik klik cepat itu, ada konsekuensi yang sering orang abaikan. Di sini kita bahas larangan nonton video simontok dengan […]

  • Apasih Agama Atau Kepercayaan Kapitayan Tersebut?

    Apasih Agama Atau Kepercayaan Kapitayan Tersebut?

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Kapitayan adalah salah satu kepercayaan kuno yang diyakini telah dipeluk oleh masyarakat Nusantara sejak zaman prasejarah, menjadikannya agama asli dan tertua di wilayah ini, jauh sebelum kedatangan pengaruh Hindu dan Buddha. Secara lokal, kepercayaan ini sering disebut sebagai “agama Jawa kuno monoteis,” “agama leluhur monoteis,” atau “agama Tiyang Jawi” untuk membedakannya dari Kejawen yang […]

  • Siapakah Wangsa Syailendra? Sosok Yang Sangat Legenda

    Siapakah Wangsa Syailendra? Sosok Yang Sangat Legenda

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Halo, Sobat Penjelajah Waktu dan Penggemar Kisah Kerajaan! Coba deh jujur, kalau dengar nama Wangsa Syailendra, apa sih yang langsung terlintas di pikiran kamu? Pasti jawabannya: Candi Borobudur! Ya, benar sekali. Tapi, apakah kamu tahu kalau Wangsa Syailendra ini bukan cuma sekadar dinasti yang membangun tumpukan batu? Mereka adalah arsitek peradaban, pemain politik ulung […]

  • Inilah Wisata Terdekat dari Lokasi Saya: Gak Perlu Jauh, Healing Cepat

    Inilah Wisata Terdekat dari Lokasi Saya: Gak Perlu Jauh, Healing Cepat

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Hai, teman-teman pembaca yang budiman! Sudah hari apa nih? Pasti Anda sedang scroll-scroll layar sambil mikir keras, “Duh, bosen banget, ya. Pengin wisata sebentar, tapi kok mager banget kalau harus pergi jauh?” Tenang, Anda tidak sendirian! Hampir semua dari kita pernah merasakan sindrom ingin healing mendadak tanpa repot. Kabar gembira! Saya akan bongkar rahasia […]

  • Kompleks DPR Sepi Aktivitas saat Aksi Demonstrasi Buruh Berlangsung

    Kompleks DPR Sepi Aktivitas saat Aksi Demonstrasi Buruh Berlangsung

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Jakpost.id,  Jakarta – Ribuan buruh menggelar unjuk rasa di sekitar Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Kamis (28/8/2025). Aksi ini membuat suasana di dalam kompleks DPR tampak lengang, tanpa aktivitas berarti dari para anggota dewan maupun staf. Pantauan langsung di lokasi menunjukkan bahwa area dalam gedung tampak hening, dengan hanya segelintir individu terlihat menjalankan tugas. Beberapa […]

error: Content is protected !!
expand_less