Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Apa Pengertian dari ACAB Yang Sedang Lagi Trending Hari ini

Apa Pengertian dari ACAB Yang Sedang Lagi Trending Hari ini

  • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
  • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
  • visibility 117
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakpost.id, Kejadian tragis yang melibatkan kendaraan taktis Brimob yang menabrak seorang pengemudi ojek online saat demonstrasi di depan gedung DPR pada Kamis malam (28 Agustus 2025) menimbulkan reaksi keras dari masyarakat. Insiden tersebut menyulut kemarahan publik, terutama di media sosial.

Di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, dan X (sebelumnya Twitter), pengguna internet ramai menyuarakan kemarahan mereka. Di antara unggahan itu, sering terlihat ungkapan “ACAB” dan “1312”, yang menjadi simbol protes terhadap tindakan represif aparat.

Istilah-istilah ini tidak hanya digunakan sebagai bentuk ekspresi, tetapi juga sebagai seruan agar oknum polisi yang terlibat dalam insiden tersebut segera diusut dan dijatuhi hukuman.

Namun, banyak yang belum memahami makna sebenarnya dari dua istilah ini. ACAB merupakan singkatan dari “All Cops Are Bastards”, sementara “1312” adalah representasi numerik dari akronim tersebut, dengan tiap angka merujuk pada posisi huruf dalam alfabet.

Akar Sejarah ACAB

Frasa ini bukanlah hal baru. Awalnya muncul dari para buruh Inggris di awal abad ke-20, yang menggunakan istilah tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap aparat yang dianggap membela kepentingan kaum elit.

Dikutip dari GQ Magazine, singkatan “ACAB” mulai dikenal luas pada dekade 1940-an, di kalangan para pekerja yang melakukan pemogokan.

Seorang jurnalis Vice, James Poulter, pernah menemukan rekaman tahun 1958 yang memperlihatkan sekelompok remaja meneriakkan slogan tersebut di jalanan. Namun, baru pada tahun 1970 istilah ini mendapat perhatian besar setelah menjadi tajuk utama sebuah surat kabar Inggris, Daily Mirror.

Dalam pemberitaan tersebut, seorang remaja ditahan karena mengenakan jaket bertuliskan ACAB, yang ternyata ia tiru dari jaket geng motor. Ironisnya, remaja itu mengaku mengira singkatan itu berarti “All Canadians are Bums” dan hanya dikenai denda ringan sebesar 5 poundsterling. Meski demikian, insiden ini membuat istilah ACAB dikenal luas sebagai simbol perlawanan kaum muda terhadap otoritas.

Dari Musik Punk ke Gerakan Global

Sejak saat itu, ACAB menjelma menjadi ikon dalam berbagai gerakan sosial, terutama di kalangan punk dan kelompok antiotoriter. Dalam dunia musik, ACAB bahkan menjadi tema lagu-lagu protes berdurasi singkat yang dipenuhi kritik sosial. Salah satu lagu paling populer datang dari band punk asal London, 4-Skins, yang menyanyikan langsung tentang perlawanan terhadap kekuasaan.

Simbol ini menyebar luas, dari Amerika hingga Asia, termasuk Indonesia. Ia hadir sebagai ekspresi keresahan atas ketidakadilan dan ketimpangan kekuasaan, meski dalam perjalanannya sering kali digunakan dalam konteks berbeda-beda.

Namun demikian, popularitas ACAB tidak selalu berkonotasi positif. Simbol ini juga pernah diasosiasikan dengan kelompok ekstrem kanan maupun gerakan anarkis yang agresif. Oleh karena itu, interpretasinya kerap memicu kontroversi.

Simbol yang Sarat Kontroversi

ACAB juga pernah menjadi bahan perdebatan hukum di beberapa negara. Di Jerman, misalnya, frasa tersebut pernah dijadikan objek pengadilan dalam kasus ujaran kebencian.

Bahkan Anti-Defamation League (ADL) mengklasifikasikan ACAB sebagai simbol kebencian, tetapi menekankan bahwa konteks penggunaannya harus dilihat lebih dalam, karena frasa ini digunakan oleh kelompok dengan latar belakang ideologi yang sangat beragam—dari yang rasis hingga yang menentang rasisme.

Di era digital seperti sekarang, ACAB kembali memperoleh gaungnya. Tagar #acab telah dilihat ratusan juta kali di TikTok, menandakan betapa luasnya perhatian terhadap isu kekerasan polisi dan penyalahgunaan wewenang.

Bahkan sebelum insiden Brimob dan ojol ini, ACAB sudah beberapa kali muncul dalam konteks gerakan antikekerasan polisi di Amerika Serikat, terutama sejak kampanye Black Lives Matter mencuat pada 2018. Salah satu contohnya adalah grafiti besar bertuliskan ACAB yang muncul di papan reklame di Portland, Oregon.

Facebook Comments Box
  • Penulis: Ahmad Fadhil ( Redaksi )

Rekomendasi Untuk Anda

  • Download Aplikasi Video Simontok 2024 Anti Blokir

    Download Aplikasi Video Simontok 2024 Anti Blokir: Solusi Streaming Seru atau Jebakan Batman?

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Siapa sih yang nggak kenal sama aplikasi legendaris yang satu ini? Kalau kamu lagi nyari link buat download aplikasi video simontok 2024 anti blokir 2024 versi lama, berarti kamu berada di tempat yang tepat (atau mungkin sedikit tersesat, tapi tenang, kita bahas bareng-bareng). Penggunaan kata simontok di mesin pencari emang nggak ada matinya, ibarat […]

  • konten kreator onlyfans indonesia

    Top 10 Konten Kreator OnlyFans Indonesia Terpopuler 2026

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Ahmad
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Platform OnlyFans semakin ramai di Indonesia. Banyak orang mencari konten kreator OnlyFans lokal yang menawarkan OnlyFans video eksklusif, foto, dan interaksi pribadi. Dari yang berani hingga yang lebih soft, kreator OnlyFans Indonesia kini menjadi salah satu tren yang paling dibicarakan di kalangan netizen. Kali ini JAKPOST merangkum 10 kreator paling populer berdasarkan engagement, jumlah […]

  • Konflik Perbatasan Kamboja-Thailand Meningkat! 20.000 Warga Provinsi Preah Vihear Mengungsi Darurat

    Konflik Perbatasan Kamboja-Thailand Meningkat! 20.000 Warga Provinsi Preah Vihear Mengungsi Darurat

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Pemerintah Provinsi Preah Vihear, Kamboja, mengonfirmasi bahwa dengan meningkatnya konflik perbatasan Kamboja-Thailand (termasuk serangan udara), lebih dari 20.000 penduduk setempat terpaksa mengungsi ke wilayah yang aman. Gubernur Provinsi Preah Vihear, Kim Rithy, menyatakan kepada Khmer Times pada malam 25 Juli bahwa evakuasi besar-besaran ini disebabkan oleh meningkatnya pertempuran di wilayah perbatasan yang disengketakan. Menurut […]

  • Tokopedia Kembali Lakukan PHK, Ratusan Karyawan Terdampak Pasca Merger dengan TikTok

    Tokopedia Kembali Lakukan PHK, Ratusan Karyawan Terdampak Pasca Merger dengan TikTok

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Jakarta, 26 Agustus 2025 – Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menghantam Tokopedia, menyusul integrasi dengan TikTok Shop yang berlangsung sejak akhir 2023. Kabar pengurangan karyawan ini ramai diperbincangkan di media sosial, namun belum mendapatkan klarifikasi dari pihak manajemen. Beberapa karyawan yang menjadi korban kebijakan tersebut mengungkap bahwa informasi PHK selalu datang secara tiba-tiba. […]

  • Drivel Ojol Akan Mengadakan Agenda Demo Besar Pada Siang Hari ini

    Drivel Ojol Akan Mengadakan Agenda Demo Besar Pada Siang Hari ini

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Kabar hari ini (21/07/2025) sebanyak 50.000 pengemudi (driver) ojek online akan melakukan demo besar besaran hari ini.  yang dimana Aksi tersebut akan di lakukan di sekitaran Istana Merdeka, Jakarta pusat pukul 13.00 WIB dan driver ojol akan mogok massal. Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojol Garda “Raden Igun Wicaksono” mengatakan demonstrasi yang dilakukan tersebut karena […]

  • IHSG Bangkit 0,92%, Saham BBRI Jadi Incaran Asing

    IHSG Bangkit 0,92%, Saham BBRI Jadi Incaran Asing

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (10/9/2025) mencatat penguatan signifikan. Setelah sempat melesat hingga 1% di sesi awal, indeks akhirnya ditutup naik 0,92% atau 70,40 poin di level 7.699,01. Meski investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih besar-besaran senilai Rp 1,3 triliun, sejumlah saham justru menjadi incaran akumulasi. BBRI Pimpin Daftar […]

error: Content is protected !!
expand_less