Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Apa Pengertian dari ACAB Yang Sedang Lagi Trending Hari ini

Apa Pengertian dari ACAB Yang Sedang Lagi Trending Hari ini

  • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
  • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
  • visibility 92
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakpost.id, Kejadian tragis yang melibatkan kendaraan taktis Brimob yang menabrak seorang pengemudi ojek online saat demonstrasi di depan gedung DPR pada Kamis malam (28 Agustus 2025) menimbulkan reaksi keras dari masyarakat. Insiden tersebut menyulut kemarahan publik, terutama di media sosial.

Di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, dan X (sebelumnya Twitter), pengguna internet ramai menyuarakan kemarahan mereka. Di antara unggahan itu, sering terlihat ungkapan “ACAB” dan “1312”, yang menjadi simbol protes terhadap tindakan represif aparat.

Istilah-istilah ini tidak hanya digunakan sebagai bentuk ekspresi, tetapi juga sebagai seruan agar oknum polisi yang terlibat dalam insiden tersebut segera diusut dan dijatuhi hukuman.

Namun, banyak yang belum memahami makna sebenarnya dari dua istilah ini. ACAB merupakan singkatan dari “All Cops Are Bastards”, sementara “1312” adalah representasi numerik dari akronim tersebut, dengan tiap angka merujuk pada posisi huruf dalam alfabet.

Akar Sejarah ACAB

Frasa ini bukanlah hal baru. Awalnya muncul dari para buruh Inggris di awal abad ke-20, yang menggunakan istilah tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap aparat yang dianggap membela kepentingan kaum elit.

Dikutip dari GQ Magazine, singkatan “ACAB” mulai dikenal luas pada dekade 1940-an, di kalangan para pekerja yang melakukan pemogokan.

Seorang jurnalis Vice, James Poulter, pernah menemukan rekaman tahun 1958 yang memperlihatkan sekelompok remaja meneriakkan slogan tersebut di jalanan. Namun, baru pada tahun 1970 istilah ini mendapat perhatian besar setelah menjadi tajuk utama sebuah surat kabar Inggris, Daily Mirror.

Dalam pemberitaan tersebut, seorang remaja ditahan karena mengenakan jaket bertuliskan ACAB, yang ternyata ia tiru dari jaket geng motor. Ironisnya, remaja itu mengaku mengira singkatan itu berarti “All Canadians are Bums” dan hanya dikenai denda ringan sebesar 5 poundsterling. Meski demikian, insiden ini membuat istilah ACAB dikenal luas sebagai simbol perlawanan kaum muda terhadap otoritas.

Dari Musik Punk ke Gerakan Global

Sejak saat itu, ACAB menjelma menjadi ikon dalam berbagai gerakan sosial, terutama di kalangan punk dan kelompok antiotoriter. Dalam dunia musik, ACAB bahkan menjadi tema lagu-lagu protes berdurasi singkat yang dipenuhi kritik sosial. Salah satu lagu paling populer datang dari band punk asal London, 4-Skins, yang menyanyikan langsung tentang perlawanan terhadap kekuasaan.

Simbol ini menyebar luas, dari Amerika hingga Asia, termasuk Indonesia. Ia hadir sebagai ekspresi keresahan atas ketidakadilan dan ketimpangan kekuasaan, meski dalam perjalanannya sering kali digunakan dalam konteks berbeda-beda.

Namun demikian, popularitas ACAB tidak selalu berkonotasi positif. Simbol ini juga pernah diasosiasikan dengan kelompok ekstrem kanan maupun gerakan anarkis yang agresif. Oleh karena itu, interpretasinya kerap memicu kontroversi.

Simbol yang Sarat Kontroversi

ACAB juga pernah menjadi bahan perdebatan hukum di beberapa negara. Di Jerman, misalnya, frasa tersebut pernah dijadikan objek pengadilan dalam kasus ujaran kebencian.

Bahkan Anti-Defamation League (ADL) mengklasifikasikan ACAB sebagai simbol kebencian, tetapi menekankan bahwa konteks penggunaannya harus dilihat lebih dalam, karena frasa ini digunakan oleh kelompok dengan latar belakang ideologi yang sangat beragam—dari yang rasis hingga yang menentang rasisme.

Di era digital seperti sekarang, ACAB kembali memperoleh gaungnya. Tagar #acab telah dilihat ratusan juta kali di TikTok, menandakan betapa luasnya perhatian terhadap isu kekerasan polisi dan penyalahgunaan wewenang.

Bahkan sebelum insiden Brimob dan ojol ini, ACAB sudah beberapa kali muncul dalam konteks gerakan antikekerasan polisi di Amerika Serikat, terutama sejak kampanye Black Lives Matter mencuat pada 2018. Salah satu contohnya adalah grafiti besar bertuliskan ACAB yang muncul di papan reklame di Portland, Oregon.

Facebook Comments Box
  • Penulis: Ahmad Fadhil ( Redaksi )

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perjanjian Kalijati

    Inilah Peristiwa Isi “Perjanjian Kalijati”: Akhir Tragis Kekuasaan Belanda dan Awal Babak Baru

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 536
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Halo Sob Sejarah! Pernah nggak kamu merasa sudah bekerja keras, mempertahankan sesuatu mati-matian, tapi kemudian harus menyerah hanya dalam waktu singkat? Rasanya pasti sakit, ya. Nah, begitulah kira-kira perasaan Meneer-Meneer Belanda di awal tahun 1942. Hari ini, kita akan bedah momen yang benar-benar mengubah peta sejarah Indonesia, yaitu Perjanjian Kalijati. Peristiwa ini bukan sekadar […]

  • Inilah Ciri-Ciri Perempuan Selingkuh, Waspadai Apabila Terdapat Ciri-Ciri Ini!

    Inilah Ciri-Ciri Perempuan Selingkuh, Waspadai Apabila Terdapat Ciri-Ciri Ini!

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Dalam sebuah hubungan, kepercayaan menjadi pondasi utama yang menjaga cinta tetap hangat dan harmonis. Namun sayangnya, tidak semua hubungan berjalan mulus. Ada kalanya salah satu pihak tergoda dan mengkhianati komitmen yang telah dibangun bersama. Salah satu isu yang sering mencuat dalam hubungan adalah perselingkuhan dan kali ini kita akan membahas tentang ciri-ciri perempuan yang […]

  • Hutang Pemerintah

    Hutang Pemerintah Tembus Rp9.138 Triliun, Kata Kemenkeu Sebut Masih di Leval Aman

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Per Juni 2025, total kewajiban utang Pemerintah Pusat Republik Indonesia tercatat sebesar Rp9.138,05 triliun. Angka ini merepresentasikan 39,86% dari total nilai Produk Domestik Bruto (PDB) negara. Komposisi dan Tren Utang Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merinci bahwa struktur utang tersebut didominasi oleh penerbitan Surat Berharga Negara (SBN), yang mencapai […]

  • Inilah Berikut Khasiat Minum Susu Etawalin & Cocok Penyakit Apa Saja

    Inilah Berikut Khasiat Minum Susu Etawalin & Cocok Penyakit Apa Saja

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Jakarta, 18 Oktober 2025  – Dalam beberapa waktu terakhir, popularitas minuman kesehatan berbahan dasar susu kambing etawa terus meningkat, salah satunya adalah Susu Etawalin. Produk ini diklaim tidak hanya kaya nutrisi dasar susu kambing, tetapi juga diperkaya dengan ramuan herbal yang berkhasiat. Lantas, apa saja khasiat utama dari Etawalin dan penyakit apa saja yang […]

  • Geger Warga Telah Meneukan Mayat di Area Sawah Desa Panyindangan

    Geger Warga Telah Meneukan Mayat di Area Sawah Desa Panyindangan

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Indramayu – Warga Desa Panyindangan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, dihebohkan dengan penemuan jenazah seorang pria paruh baya di area persawahan pada Senin, 4 Agustus 2025. Jenazah tersebut pertama kali diketahui oleh seorang rekannya sekitar pukul 11.30 WIB. Saksi, yang merupakan teman korban, mengatakan bahwa korban sedang memasang tali pita untuk mengusir burung saat tiba-tiba […]

  • Inilah Syarat Persyaratan Nikah Terbaru Hari Ini 2025

    Inilah Syarat Persyaratan Nikah Terbaru Hari Ini 2025

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Ahmad Fadhil ( Redaksi )
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Jakpost.id, Pernikahan adalah momen sakral yang memerlukan persiapan matang, termasuk dalam hal administrasi. Agar proses pencatatan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) atau di Kantor Catatan Sipil (bagi non-Muslim) berjalan lancar pada tahun 2025, calon pengantin (catin) perlu mengetahui dan memenuhi semua persyaratan terbaru. Regulasi pernikahan di Indonesia, khususnya yang berada di bawah kewenangan KUA, […]

error: Content is protected !!
expand_less