Jakpost.id, Seorang prajurit bernama Prada Lucky, yang baru saja dilantik pada Juni 2025, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif. Prada Lucky mulai bertugas di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada 1 Juli 2025 sebagai bagian dari tim yang bertugas membangun Markas Batalyon di Desa Tonggurambang.
Pada tanggal 2 Agustus 2025, Prada Lucky dibawa ke RSUD Aeramo dalam kondisi kritis. Setelah dirawat di ruang ICU selama beberapa hari, ia mengembuskan napas terakhir pada 6 Agustus 2025, pukul 11.23 WITA.

Pihak medis yang merawatnya menemukan sejumlah luka serius pada tubuhnya, termasuk lebam, luka sayat, dan bekas sundutan rokok. Berdasarkan pengakuan yang sempat diberikan Prada Lucky saat pemeriksaan di ruang radiologi, ia diduga menjadi korban penganiayaan oleh rekan-rekan sesama prajurit.
Untuk memastikan penyebab kematiannya, jenazah Prada Lucky, putra dari Serma Christian Namo dan Sepriana P. Mirpey, telah diterbangkan ke Kupang. Setibanya di Bandara El Tari pada 7 Agustus 2025, pukul 13.50 WITA, jenazah langsung dibawa ke RST Wira Sakti untuk dilakukan visum atas permintaan keluarga








